Blog

Friday, March 28, 2014

I (do not) Forget 'bout My Birthday

Beberapa tahun belakangan ini saya gak terlalu aware sama yang namanya hari ulang tahun. Entah karena sudah terlalu banyak hari ulang tahun yang saya lewati atau karena ngeri dengan bertambahnya umur yang sering kali tidak menggambarkan pertambahan kualitas diri :(

FYI, dulu saya begitu excited dengan yang namanya hari ultah. Saya merasa hari itu (seharusnya) saya diperlakukan spesial. Kalau perlu dunia harus tahu. *big-grin* Alhamdulillah, saya banyak melewatkan hari ulang tahun yang menyenangkan. Beberapa kali dirayakan oleh orang tua ketika masih kanak-kanak, disiram-dikerjain di jaman sekolah kuliah, dapat banyak kado, ucapan lewat berbagai media yang lagi ngeheits di jamannya... and so on.

Dan... beberapa hari yang lalu saya melewatkan hari ulang tahun itu dengan perasaan biasa-biasa saja. Kalau dibilang bahagia, masih banyak moment lain di hidup saya yang lebih membahagiakan daripada saat itu. Tidak bisa juga dibilang tidak menyenangkan. Hari yang padat, di masa adaptasi dan beres-beres tempat tinggal baru. Bangun menjelang subuh karena harus nyiapin ini-itu suamih yang mau keluar kota, lanjut urusan rumah, ngajar, dan main-main sama anak bayi. 

Hari itu rasanya cepat sekali, sampai tidak sempat periksa gadget. (Duluuu... sih di saat spesial seperti itu saya bisa sering banget ngecekin hape, memastikan membalas ucapan ini itu... hihihihi). Yaahh... dan tahun ini, saya baru sadar keesokan harinya ada beberapa teman yang memberi ucapan ultah. :D :D It's so lovely. 

Buat teman-teman yang masih ingat, terima kasih banget. Maaf, bukan mengecilkan perhatian ketika tidak segera memberikan respon. Saya bahagia banget didoakan. Doakan saya selalu di sepanjang hidup saya. :)) Anyway... ketidak-aware-an saya akan hari ultah saya, membuat saya juga kurang aware dengan ultah orang-orang di dekat saya. Sekalian saya juga minta maaf, kalau (sering) lupa atau lewat memberikan salam ulang tahun.

PS. Anyway, untuk pertama kalinya saya minta kado yang spesifik lho... I asked my student decorated my desk for my birthday present. :D :D


Thursday, July 25, 2013

Romadhon 1434H

Romadhon yang ekstra menantang Bismillah, Allah yang bikin kuat dan mencukupkan buat tetap ngASI sambil puasa. Masih kuatir gak bisa bayar utang puasa. Tahun lalu masih punya utang 20 hari dan belum terbayar. #hikkkzzz Romadhon pertama bareng anak lanang. Asiknya kalo sahur dah gak pake alarm. Pas sama jam bangun mas Fatih. In sya Allah ini kali pertama mas Fatih njalanin rukun Islam, bayar zakat. Selamat menjalankan ibadah Romadhon (yang tinggal separoh). Tetap semangaaadd..

Thursday, June 20, 2013

His First Kiss

I'll be his first kiss
...his first love
...his first friend

Because i am his momma


Tuesday, June 4, 2013

Muhammad Fatih Asysyarif - Nama Anakku

Menepati janji di posting sebelumnya, cerita tentang nama anak bayi. Muhammad Fatih Asysyarif. 
Jujur, selama hamil, saya dan suami tidak heboh mikirin nama anak selayaknya orang tua baru lain. Bahkan kami gak pernah menengok apalagi membeli buku-buku nama anak bayi. Kebetulan saya dan suami sudah punya nadzar jauh hari sebelum saya hamil. Kalau saya diberi kesempatan hamil maka akan kami namakan Muhammad atau Khodijah. 
Begitu juga, kami berdua tidak pernah bertanya kepada dsog tentang jenis kelamin anak kami. Dsog kami juga begitu "sopan" dengan tidak grusa-grusu ngasih tahu jenis kelaminnya. Seingat saya 2 kali saya ditunjukkin bagian alat kelaminnya dan selalu hanya diberi tahu kalau yang lagi tayang adalah alat kelaminnya. That's all. Cuman saja, si bapak udah yakin banget kalau si anak bayi ini laki-laki.

Jadi Ibu

Akhirnya bisa nulis judul ini. Yaaa "Jadi Ibu", mungkin jadi salah satu cita-cita saya yang cukup lama untuk bisa saya capai. Berharap jadi kado, tepat di usia 6 tahun pernikahan kami, sesuai dengan Hari Perkiraan Lahir-nya. Ternyata si anak bayi memilih hari lain untuk dirinya. 15 April 2013, akhirnya si anak bayi dikeluarkan. Iyaa...terpaksa dikeluarkan lewat sectio caesar. Kenapa...?? Ceritanya panjang dan insyaAllah akan ditulis di posting terpisah. Dengan berat badan 3000 gram dan panjang 52 cm, dia menjadi sumber kebahagiaan keluarga kami. 
Well.... kami, suami dan saya, memberikan hadiah nama untuknya "Muhammad Fatih Asysyarif". Artinya apa?? InsyaAllah juga ditulis di posting terpisah. :) Mohon doanya jadi anak sholeh yaa...



Sunday, April 7, 2013

Menua Bersama

Pillow Talk #1
Suamih (S) : "Lho disini udah ada kerutan lho...!" (sambil nunjuk bagian dekat pipi dan mata)
Istri (I) : "Iya...tambah tua yaaaww..."

Pillow Talk #2
I : "Eh...kamu juga dah punya kerutan lho...ini deket mata"
S : nyengir doang 

======
Perjalanan kita baru 6 tahun, kekasihku...dan kita akan beranjak menua bersama
Happy anniversary, my dear....



Friday, March 8, 2013

Berumroh Bersama Ibu

Syahdan ada seorang lelaki yang ingin sekali menunjukkan baktinya kepada sang ibu. Kebetulan ia memiliki ibu yang sudah renta. Maka lelaki itupun menggendong sang ibu dari tempat tinggalnya di Yaman menuju tanah suci untuk menjalankan haji. Sang ibu yang sudah renta itu sudah tak mampu untuk berjalan menjalankan kewajiban-kewajiban ibadahnya, maka dengan setia lelaki yang berbakti itu menggendong sang ibu termasuk untuk melakukan thawaf. Setelah selesai menjalankan thawaf, lelaki tersebut bertemu dengan Sahabat Ibn Umar dan ia menceritakan apa yang telah ia perbuat. Di akhir ceritanya Ia bertanya apakah perbuatannnya ini dapat membalas jasa ibunya. Maka Ibn Umar menjawab, apa yang telah lelaki itu lakukan belum bisa membalasnya, bahkan walau hanya 1 tarikan nafas ketika sang ibu melahirkannya. Subhanallah... 
----
Menulis cerita di atas karena teringat suamih yang pergi menemani sang ibu untuk berumroh. Saya bayangin romantis banget yaaa, ibu mertua dan suamih - berdua gandengan tangan thawaf bersama. Apalagi tiap nonton siaran live Baitullah, pas tayangan di sana lagi desak-desakan. Kok saya jadi punya mimpi, suatu hari nanti saya juga dikawal anak saya buat berumroh... (elus-elus anak bayi dalam perut ^^). Yang jelas, doa saya semoga niat ibadah suamih tetap terjaga, kalaupun tidak dapat membalas amalan ibunya namun tetap dicatat sebagai amal sholeh pada sang ibu. Umroh Maqbulah, yaa Zaujiy...

Thursday, March 7, 2013

Date with Dad

Beberapa malam yang lalu saya punya kesempatan untuk ngedate dengan seorang pria. FYI dia bukan suamih saya, tapi bapak saya. Ceritanya ini karena saya lagi dititipkan di rumah orang tua di jember sementara sang suamih sedang menjalankan safar kubronya. Singkat cerita, biasanya kalau ada hajat, saya keluar rumah bersama ibu, tapi malam ini saya ditemani bapak. Sebenarnya hajatnya cuman sepele kok, cuman nyetakin foto. Berhubung si mbak tukang cetak fotonya bilang kalo fotonya bakal jadi dalam waktu 1 jam, dan kita males bolak balik akhirnya kita berdua mutuskan nunggu aja daripada pulang ke rumah. 

Sunday, February 24, 2013

Hari Terakhir di Batu

Hari ini jadi hari terakhir kita di Batu. "Kita" disini means suamih, saya dan si kecil dalam perut. Belum siap semuanya sih. Apalagi barang-barang si ibu. Barang-barang suamih yang mo safar kubro insyaAllah sudah ready. Barang-barang si kecil yang kebanyakan warisan dari sepupunya juga sudah siap. Tinggal ngelipet stroller aja. Tinggal barang-barang saya sih. Btw emang mo kemana sih?? Mo mudik ke Jember. Tanah kelahiran saya yang insyaAllah bakal jadi tanah kelahiran si kecil.

Friday, February 22, 2013

Ibu Penjual Susu

Jumat pagi menjelang siang ini ada seorang ibu penjual susu yang datang ke rumah. Kebetulan saya baru saja selesai njemur baju di depan rumah dan pintu rumah belum tertutup. Si ibu menawarkan jualan susunya. BTW di daerah tempat tinggal saya, memang terkadang, beberapa penduduk dari kampung tetangga keliling menawarkan susunya. Biasanya susu perahan yang tidak diterima di koperasi. Seingat saya si ibu ini sudah beberapa kali menawarkan susu sebelumnya. Kalau kebetulan saya di rumah dan jendela rumah terbuka, biasanya dia menawarkan. Tapi karena di hari-hari itu saya merasa tidak butuh susu yaaa.... gak beli lah.
Kebetulan malam sebelumnya, di rumah ada insiden lupa masak susu. Jadi ceritanya nih, saya ini suka lupa waktu menjerang susu. Akibatnya susu yang sudah terjerang terkadang sampai meluber dari panci sehingga bikin rempong kerja bakti bersihin kompor. Malam itu, saya sih sudah berusaha antisipasi dengan cara menjerang pakai api kecil. Siip deh, susu gak sampe meluber ke kemana-mana ketika sudah matang. Tapi karena emang dasarnya pelupa dan lagi kumat lupanya, side effect lain yang terjadi. Susu 1 liter tinggal 50%nya... hehehehe.. :P

Sunday, February 3, 2013

Guyonan Garing

Anda suka guyon (a.k.a bercanda...)?? Suamih dan saya termasuk pasangan yang suka guyon, walaupun kadang guyonan kita bersifat sangat personal dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. 

Garing #1
Suamih (S) : "Takliat-liat kamu kok kaya' unge ya...?"
Istri (I) : "Masa' sih...??" (sok cuek tapi kepala udah mulai gede, pipi sudah mulai bersemu merah)
S : "Apa karena aku kayak Asraf ya...??!! Pake kacamata..?!!" 
I : ???!!!!! 

Garing #2
S : "Duh, kuatir nih ketangkep polisi?"
I : "Emang knapa? kan kita pakai helm. Emang gak bawa surat-surat ya...?!!"
S : "Soalnya kita gonceng bertiga"
I : "Bertiga??!!" (tolah toleh dengan muka bego)
S : "Aku, kamu, sama yang di perut"

Anda merasa ini kurang lucu. Saya sama sekali gak keberatan. Tapi kalau lihat video ini, dijamin deh, anda bakal ngakak. Video ini juga bahan guyonan kami berdua beberapa hari lalu. 
BTW bisa dibilang posting ini cuman buat menuh2in artikel di blog, juga karena lagi nganggur jaya. 



Saturday, February 2, 2013

Ngomongin Cita-cita

Waktu kecil pasti pernah ditanyain, "Cita-citamu apa, nak??". Di jaman saya masih kecil dulu, jawaban terpopuler untuk pertanyaan ini adalah Dokter. Believe it or not, sepanjang ingatan saya, gak pernah sedikitpun terbersit untuk menjadikan "dokter" sebagai cita-cita ideal saya. 

Pertanyaan (dan pernyataan) tentang cita-cita itu lazim saya tulis di buku kenang-kenangan. Jadi jaman masih eS-De (dan sampai eS-eM-Pe) ada kebiasaan kita bikin buku kenang-kenangan. Biasanya kita beli diary-diary dengan kertas yang warna-warni. Buku itu kemudian digilirkan dari satu anak ke anak yang lain. Kita bisa nulis biodata kita, makanan favorit, minuman favorit, kata mutiara, dan lain-lain. Cita-cita adalah salah satu opsi pernyataan yang juga lazim ditulis tiap anak. Yuppp... back to the topic, jadi ceritanya, jaman eS-De dulu saya suka banget nulis cita-cita saya jadi Insinyur Pertanian. Gak tau juga itu inspirasi dari mana. Pasalnya saya tuh tidak dibesarkan di lingkungan yang sadar dengan pertanian. Bahkan sampai sekarang tidak termasuk juga penyayang tanam-menanam. Yasud... namanya juga anak eS-De.

Saturday, January 12, 2013

Roll...Roll....,Baby... Roll Your Body...!!!

Siang ini adalah jadwal kunjungan ke DSOG. It's 28 week, InsyaAllah. Yang agak mendebarkan adalah posisi kepala debay masih di atas. Untungnya DSOGnya sabar dan gak panikan. Beliau ngasih tahunya dengan nyantai plus senyum cantiknya, "Ntar banyakin sujud sama minum air putih ya, bu..."

Okay baby, we will fight it together. I'm gonna drink lot of water and do some exercise. Your job is just roll your body in the right way. I know you're gonna do it well, perfectly :) BiidzniLlah....  

Friday, January 11, 2013

Perfect in Imperfection

PERINGATAN KERAS....!!!

Mohon tidak mengklik link berikut ini.... apalagi mencoba-coba untuk menonton video di dalam artikel itu,  jika anda termasuk manusia berjenis melankolis, gampang mewek, sentimentil.... apalagi yang lagi jatuh cinta pada pasangan anda. 
--------------------
Yang jelas setelah nyimak artikel dan video itu saya jadi ingat tulisan saya beberapa waktu lampau. Cekidot here!! Ketika saya menulisnya, gak ada maksud saya menjelek-jelekkan kebiasaan yang mungkin buat beberapa orang kurang menyenangkan. Gak ada maksud juga mengumbar keburukan orang yang saya sayangi sekaligus saya hormati. Yaaah....mungkin itu cara saya untuk memaknai suatu hubungan. Perfect in Imperfection. Just it...!! 

Monday, December 31, 2012

Sang Wanita Pemberani

Entah kenapa, di penghujung tahun ini, di tengah hingar bingar kembang api dan petasan di kota kecil ini, saya kok tiba-tiba teringat kisah Sayidah Asma' binti Abi Bakar (dan kemudian jadi pengen menulisnya). Tiba-tiba kok saya kepikiran dengan berbagai "kemalasan" dan "kemanjaan" saya yang mengatasnamakan kondisi berbadan dua. Mungkin ini cara Allah yang "ajaib" dengan tiba-tiba menimbulkan insight dalam diri saya, agar saya sejenak berkaca kepada tokoh wanita mulia, sahabat wanita Rasulullah ini. 

Saturday, December 22, 2012

3 Ibuku

22 Desember - di negeri ini diperingati sebagai hari ibu. Tulisan ini hanya sebentuk kecil penghormatan bagi 3 orang wanita yang kini menjadi ibuku. 

Ibu Jasadku
Beliau adalah ibu pertamaku. Ibu yang melahirkanku yang pernah berbagi hidup denganku. Beliau adalah ibu yang pertama kukenal. Dari beliau berbagai pelajaran hidup pertama kudapat. Belajar minum, makan, berjalan... Secara fisik, aku banyak mewarisi penampakan beliau. Suamiku selalu berkata, makin tua wajahku makin mirip Ibu.
Beliau adalah orang hebat. Tak dapat dipungkiri. Beliau adalah sosok wanita yang pemberani, kadang cenderung nekad. Jika memiliki keinginan kuat, beliau begitu gigih mencapainya. Untuk urusan kegiatan kewanitaan, beliau adalah jagonya. Beliau pintar berhias, memasak, menjahit, dan menguasai berbagai ketrampilan halus lainnya. Ini yang tidak kuwarisi seutuhnya.
Namun yang pasti beliau benar-benar menyayangi anak-anaknya dalam kelembutan. Seumur hidupku, tidak pernah sedikitpun beliau menyakiti kami secara fisik seperti memukul, menjewer, atau sekedar menyentil. Seumur saya hidup, beliau juga tidak pernah berkata kasar kepada kami. Betul, beliau adalah sosok yang bawel. Beliau selalu bilang, "Kalau saja mulut ini bukan bikininan Allah, mungkin udah rusak gara-gara gak pernah berhenti mengingatkan kamu ini dan itu" :) :) Kalau saja beliau marah kepada kelakuan kami, anak-anaknya, beliau tidak pernah mengumpat. Yang sering terdengar malah doa. "Duh, naakk... takdoakan nanti hidupmu enak, jadi gak susah-susah banyak kerja", misal setelah serentetan nasihat panjang kalau kami malas disuruh ini itu. Banyak orang yang kagum dengan kesabaran beliau dalam hal itu. 
Beliau mendorongku untuk selalu maju. Tapi beliau tidak pernah menuntutku banyak. Pernah waktu aku masih duduk di bangku sekolah dan sedikit ketakutan karena nilai rapotku yang memburuk. Aku sempat bertanya apakah beliau marah dan kecewa padaku?! Beliau berkata, "Buat apa marah, lhaa..jelas-jelas kamu lebih sedih dari ibu karena nilainya sudah turun. Dimarahi cuman bikin kamu tambah sedih. Yang penting besok-besok diusahakan lebih baik lagi". Beliau juga jarang mencegahku untuk meraih impianku -yang mungkin tidak biasa. Memilih jadi guru TK, ketika teman-temanku berbondong-bondong mencari pekerjaan dengan tunjangan kesejahteraan yang mewah. Memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah, bertekad mengkhidmahkan diri untuk keluarga, daripada bekerja di luar rumah, walaupun punya bekal segepok ijazah untuk beraktualisasi di luar rumah. 
Ada kalanya, beliau adalah teman saling berbagi kesah. Baik kesahku atau kesah beliau sendiri. Mungkin karena aku pernah menjadi satu-satunya teman wanita di rumah. Bapakku laki-laki dan adikku juga laki-laki. 

Ibu Suamiku
Ini adalah ibu keduaku. Beliau adalah mertuaku. Usianya jauh di atas ibu kandungku. Dari rahim beliau, putra kelimanya, aku bersedia menyerahkan hidupku. Dari didikan dan cinta beliau, lelaki yang kemudian menjadi suamiku bisa membimbing dan mencintaiku. 
Secara pribadi, banyak perbedaan antara beliau dan ibu kandungku. Beliau adalah sosok yang sederhana. Sederhana dalam cara berpikir, dalam gaya hidup, dalam berpenampilan. Suamiku selalu bilang, itu resep handal beliau yang membuatnya senantiasa sehat di usia senja. Tidak banyak mikir yang aneh-aneh.
Hidup sederhananya ini sejalan dengan pilihannya untuk senantiasa hidup sehat. Beliau membatasi diri untuk menyantap hidangan nikmat yang kurang sehat. Minum dan makan secukupnya. Olahraga ringan yang dipilih juga yang sederhana, semacam jalan kaki atau menyapu halaman rumah yang cukup lebar. :)
Aku cukup beruntung menjadi menantunya. Cara berpikir beliau yang sederhana juga menjadikan beliau tidak menuntut banyak padaku. Alhamdulillah, tidak pernah kurasakan konflik mertua-menantu perempuan yang banyak kudengar dari cerita-cerita. Malahan, aku cukup merasa nyaman menemani beliau. Jika ada hal yang kurang berkenan dariku, biasanya beliau menyampaikan kepada suami. Sepertinya karena tidak mau menyinggung perasaan menantunya. Bisa jadi juga, karena suami termasuk putra yang berbakti kepada beliau. Perlakuan baik beliau, bisa jadi buah ridho beliau pada putranya.


Ibu Ruhku

Ini adalah ibu termudaku. Usianya tidak terpaut jauh dariku. Saat ini, secara fisik, beliau yang berada paling dekat denganku. Ibu kandung dan mertuaku nun jauh di sana. Aku baru mengenal beliau beberapa tahun belakangan ini. Beliau lahir dari nasab mulia, dibesarkan di lingkungan yang mulia, bergaul dengan kalangan yang mulia dan memiliki kecintaan kepada ilmu yang mulia. Yaaa...cintanya kepada ilmu, membuat aku jatuh cinta kepada beliau. Di kala aku ingin menjadi seorang yang tak pernah berhenti belajar, aku bertemu dengan beliau. Sisa hidupnya diisi dengan belajar dan mengajar. Belajar dan mengajar ilmu yang mulia, ilmu agama, the manual of life. Beberapa tahun lalu aku menemukan prinsip hidup "longlife learning" (yang kemudian menjadi impianku) dan tak seberapa lama aku bertemu dengan beliau. Benar-benar kulihat dengan mata kepalaku sendiri, seseorang yang mengamalkan prinsip tersebut dalam hidupnya. Hayatuha li ta'allum wa ta'lim - hidup beliau untuk belajar dan mengajar. Sholuu 'alaa nabiy... Beliau adalah sosok yang cerdas-tak diragukan lagi. Siapapun yang pernah bersentuhan dengan beliau, di masa lalu atau sekarang- selalu berpendapat seperti itu. Tapi kecerdasan semacam itu banyak yang punya. Yang paling membuatku kagum adalah rasa nikmat yang beliau reguk ketika berhadapan dengan ilmu. Tak bisa kulupa bagaimana beliau begitu takzdim dan giat ketika berada di tengah majelis ilmu. Sering kurasakan gairah yang membara ketika beliau mengajarkan inti-inti ilmu pada kami. Tak jarang itu dilakukan sambil mengasuh anak-anaknya. Tak jarang beliau belajar menyimak kitab, mengulang pelajaran sambil menyusui bayinya. Tak jarang juga, beliau mengajar sambil memangku putranya yang sedang tak mau lepas dari beliau. Yang membuat aku merasa beruntung adalah ijin beliau bagiku untuk menimba ilmu dari beliau. Di kala usia tidak lagi muda. Tak jarang semangatku turun naik, dan beliau dengan caranya selalu bisa menarik hatiku untuk kembali belajar. Ilmu-ilmu beliau banyak memenuhi ruhku saat ini. Semoga tidak akan pernah tercabut suatu saat nanti.   


Itulah 3 orang ibuku. Ibu Jasadku, Ibu Suamiku dan Ibu Ruhku. Ketiganya adalah ibu-ibu hebat, dengan kehebatan yang berbeda-beda. Tapi ada 1 kesamaan dari mereka. Aku mengenal mereka sebagai ibu yang menyayangi keluarganya. Mengabdikan hidup untuk keluarga, anak dan suaminya. Kehebatan mereka tidak membuat mereka berpaling untuk enggan taat kepada kepala keluarga. Dan....itu yang membuat mereka semakin tampak hebat, di mataku. Aku belajar banyak dari mereka.

Segenap rasa hormat dan cinta kutuangkan dalam tulisan ini. Tak mungkin aku bisa membalas cinta dan jasa baik mereka, 3 orang ibuku. Hanya sebentuk doa yang teriring, semoga ketiga ibuku ini senantiasa dalam dekapan kasih Allah. Mohon doanya juga... 

Selamat hari ibu juga, untuk semua ibu hebat di Indonesia :)

Thursday, December 20, 2012

Hidup Ini Lucu Yaa... (Wulan's Note)


Ini tulisan salah satu "ibu pintar" buat saya (dan suami) sebagai kado ultah pernikahan kami. Tulisan yang sesekali saya tengok, yang sering jadi penghibur, yang suka bikin saya senyum-senyum :). It was almost 6 years ago gitu lohh....  
Honestly, akhir-akhir ini saya jadi sering ngintip tulisan ini. Entah karena efek mellow lagi hamil atau apa. Yang jelas saya pengen simpan link-nya di blog ini untuk jadi pengingat, kalau "si ibu pintar ini" pernah nulisin cerita dimana saya jadi tokoh utamanya. :) :)
Linknya:  Hidup Ini Lucu... . Gak tau deh, kalo FB beliau ini diprotect untuk kalangan terbatas aja.   

Friday, December 7, 2012

Jatuh Cinta di Pagi Hari

Pernah jatuh cinta...???
Sejuta rasanya...??? Bikin mabuk kepayang, galau, senyam-senyum sendiri, gemes, kangen, mellow....???
Yaa... pagi ini saya (tiba-tiba) jatuh cinta (lagi)
Hanya karena sebab kecil ini

Yang jelas jatuh cinta yang seperti ini dijamin tidak bakal bikin galau
Yang jelas jatuh cinta yang seperti ini jadi vitamin, penyemangat hari
Yang jelas jatuh cinta yang seperti ini jadi alasan untuk senantiasa mensyukuri
Yang jelas jatuh cinta yang seperti ini punya balasan besar di sisi Robbi

PS: Suamiku, doakan kekasih hatinya yaaa... semoga layak selalu dikasihi dan disayangi. Dalam ketaatan pada Penciptanya...  Dalam ridhomu ada ridho Illahi. Allahu yubaariklana.:)

Friday, November 30, 2012

Sakaw Travelling

Sejak beberapa bulan yang lalu, gairah dan keinginan buat travelling berdua sama suamih begitu membara. #tsaahh... Bisa dimaklumi, kami udah lama banget gak travelling berdua. Terakhir saya ke Klaten Jogja, sendirian wae. Waktu mudik sihh kami berangkat ke Jember berdua, tapi bisa dibilang saya gak menikmati travellingnya, karena sedang dilanda mabok teramat parah.

Sekitar medio Oktober-an, melihat kondisi saya yang semakin fit dan segar - Alhamdulillah. Beberapa kali check up tidak ada masalah berarti pada janin, kami jadi merencanakan travelling kecil-kecilan. Cuman ke Jogja kok. Tapi kami pengennya agak santean di sana. Selain emang ada beberapa hajat dan request dari mertua yang ngebet banget ketemu saya. :))) So...kami putuskan kalau sekitar pertengahan atau akhir November, kami berangkat ke Jogja. 

Wednesday, November 21, 2012

Semoga Hidupmu Bahagia...

Today's is suami's birthday...

First of all, disini saya mau sharing cerita ironis ulang tahun suami beberapa tahun lalu. Tahun 2007 tepatnya. Belum genap setahun pernikahan kami. Ulang tahun pertama suami ketika ia resmi jadi kepala keluarga. Buat saya pribadi, itu ujian awal dalam pernikahan kami. 
H-1 ulang tahun suami, beberapa sahabat suami sudah antusias menanyakan surprise apa yang bakal saya siapkan untuk suami. Jangankan mau berpikir surprise macam apa buat ultah suami, pikiran saya sudah kacau balau seharian. Waktu itu saya sudah mengalami spotting yang hebat. Dokter sudah menyarankan saya istirahat. Bukannya bisa istirahat tapi saya mengalami ketakutan luar biasa karena dari hasil USG dinyatakan janin saya tidak berkembang. Yang terlihat hanya kantong - entah apa di mata awam saya. Normalnya pada usia itu, janin sudah bisa memperlihatkan detak jantungnya. Iyaa...waktu itu saya sudah dinyatakan hamil. Kehamilan pertama saya. Seharusnya usianya sudah masuk ke kisaran bulan ke-2.